Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Maret 2012
RI-China Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Jumat, Maret 23, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China bersepakat untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan strategis di berbagai bidang.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan bilateral kedua negara di "The Great Hall of People" Beijing, Jumat, menegaskan, Indonesia selalu bersemangat untuk meningkatkan kemitraan dengan China. "Kami punya energi untuk terus bekerja sama dan meningkatkan kemitraan strategis," kata Yudhoyono.
Yudhoyono juga mengucapkan terima kasih untuk semangat dan sambutan masyarakat China terkait upaya peningkatan kerja sama itu.
Sementara itu, Presiden Hu Jintao dalam pengantar pertemuan bilateral mengatakan, peningkatan kemitraan kedua negara adalah suatu keniscayaan. Hu Jintao juga berniat untuk bertukar pandangan dengan Presiden Yudhoyono tentang berbagai isu yang berkembang di tingkat regional dan global.
Niat untuk menjalin kerja sama itu juga diungkapkan oleh Presiden Yudhoyono saat bertemu sejumlah pengusaha asal China dan Indonesia di Beijing. "Saya mengundang untuk sebuah kerja sama yang lebih erat," katanya.
Yudhoyono mengatakan, Indonesia adalah negara yang memiliki fundamental ekonomi yang baik. Oleh karena itu, investor asal China tidak perlu ragu untuk menanamkan modal di Indonesia.
Saat ini, katanya, Indonesia sedang menerapkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Masterplan itu mencakup rencana pembangunan di enam koridor dan sejumlah klaster di seluruh Indonesia.
Yudhoyono mengatakan, Indonesia sangat prospektif bagi investor karena memiliki sejumlah kelebihan, antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang baik, serta kelas menengah dan daya beli yang terus meningkat.
Kamis, 22 Maret 2012
$15.5 Million to Build More Bushmasters in Bendigo
Bushmaster Mobility Protected Vehicle (photo : Aus DoD)
Minister for Defence Stephen Smith and Minister for Defence Materiel Jason Clare today announced that the Federal Government would spend more than $15.5 million to manufacture components of the next tranche of Bushmaster vehicles from Thales Australia’s Bendigo factory.
Bushmasters have saved Australian lives in Afghanistan. The vehicles have proven to be very effective, providing Australian troops with mobility and protection, particularly against Improvised Explosive Devices (IEDs).
Thales Australia is currently manufacturing Bushmaster Protected Mobility Vehicles at its factory in Bendigo. This manufacturing capability, and the skills of the workforce, is an important national security capability.
In December 2011, the Government announced that in order to retain critical skills in Bendigo the Government would explore the purchase of additional Bushmaster vehicles.
Today’s announcement is the next step in that process.
Full approval to acquire additional Bushmasters will be dependant on Thales demonstrating an efficient, effective and innovative program to maintain core protected vehicle manufacturing skills at Bendigo and in successfully meeting technical performance, cost and schedule commitments in the development of the new Hawkei vehicle.
The $15.5 million is for components of the Bushmaster which have long lead times for manufacturing, including: Steel and hull components; Axle and suspension systems; Fire suppression systems; Wheel rims; Radiators; Gun rings; Drive shafts; Seats; Insulation;
Hydraulic system components; and Engines and ancillaries.
Further announcements about the purchase of more Bushmasters will be made in the coming months.
This announcement is in addition to the purchase of an additional 101 Bushmasters to support Australian Defence Force (ADF) operations in Afghanistan which was announced by the Government in May 2011.
Hawkei (LAND 121 Phase 4)
In December last year, the Federal Government announced that Thales Australia’s Hawkei vehicle had been selected as the preferred vehicle for the development and testing under Stage 2 of the Manufactured and Supported in Australia (MSA) option under LAND 121 Phase 4.
LAND 121 Phase 4 is a $1.5 billion project that seeks to provide up to 1,300 protected and unprotected light vehicles for the ADF.
Subject to successful testing of the vehicles, final Government approval of the Hawkei is expected in 2015, and production work could potentially commence in Australia as early as 2016.
Selasa, 20 Maret 2012
Kapal Militer AS Bolak-balik Selat Sunda
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Selasa, Maret 20, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
Kapal perang jenis FPB KRI Todak-631 mengawal kapal perang jenis LPD USS Green Bay (LPD 20) saat melintasi perairan Indonesia. (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Larry S. Carlson/Released)
18 Maret 2012, Cilegon: Sejak beberapa pekan ini, aktivitas kapal militer asing di Selat Sunda meningkat. Ini lantaran adanya pemindahan 4.700 pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan militer AS di Okinawa ke beberapa pangkalan militernya di Pasifik, seperti Hawaii, Australia dan Philipina.
Data di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten menyebutkan, 53 kapal militer asing melintas di Selat Sunda selama sebulan ini. Masuknya kapal militer asing di Perairan Selat Sundat tak bisa dielakan lantaran lintasannya berada di daerah luar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
Dalam kesepakatan hukum laut internasional disebutkan, kapal asing diperbolehkan melintas di zona tersebut tanpa perlu terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintahan di wilayah tersebut. “Hampir tiap hari selalu ada kapal perang AS, makanya pengawasan kita perketat,” Wakil Komandan Lanal Banten Mayor Laut (P) Robert Marpaung di ruang kerjanya, Sabtu (17/3).
Bahkan, katanya, dalam seminggu terakhir beberapa kapal perang Australia juga terlihat melintas di Selat Sunda. “Pemantauan terus kita lakukan, biasanya kalau ada kapal asing kita minta mereka tidak melintas di Perairan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Danlanal Banten, Kolonel Laut (L) Agus Priyatna mengatakan, dengan meningkatnya aktivitas pelayaran kapal militer asing di Selat Sunda membuat pihaknya lebih meningkatkan pengamanan. “Kita lakukan patroli di beberapa titik, ini untuk mengawasi kegiatan kapal militer asing yang mencurigakan,” kata.
Dalam setiap patroli pihaknya mengerahkan dua kapal yang masing-masing dilengkapi 20 personel bersenjeta lengkap. “Saat ini kami memiliki empat kapal patroli yang terdiri atas dari satu kapal berukuran 28 meter, satu kapal 12 meter dan dua kapal ukuran delapan meter,” jelasnya.
Sabtu, 17 Maret 2012
Boeing Wins Contract to Paint RAAF Fleet
RAAF Hawk 127 (photo : ADF Gallery)
BRISBANE, Queensland, -- Boeing [NYSE: BA] subsidiary Boeing Defence Australia (BDA) has been awarded a three-year contract to perform aircraft surface finishing services for the Royal Australian Air Force (RAAF) aircraft fleet.
The contract, worth approximately AUS$20 million, involves preparing, remediating and painting AP-3C Orion, C-130H Hercules, F/A-18 Hornet, and Hawk-127 aircraft across multiple locations in Australia and New Zealand.
BDA's flexible solution includes standing up a surface finishing services capability at RAAF Base Williamtown, New South Wales.
"This win is a testament to BDA's proven record of exceeding our customers' expectations with high-quality, affordable solutions," said Kim Gillis, managing director, BDA. "The contract is expected to create up to a dozen new positions in Williamtown and to provide continued employment for employees at our Corrosion Control Facility at RAAF Base Amberley in Queensland."
From 2013, Williamtown will become the primary facility for painting F/A-18 classic Hornets, while Amberley will immediately focus on the Hawk-127. BDA supplier Air New Zealand will provide paint finishing services for the AP-3C Orion at its facility in Christchurch, with maintenance support provided by Australian Aerospace. The C-130H Hercules will be painted by BDA supplier Flying Colours Aviation in Townsville, North Queensland.
"BDA has a decade of experience providing surface finishing services for the Australian Defence Force, having completed 90 military fixed wing, rotary wing and fast jets at our Amberley facility," said Murray Brabrook, general manager, Integrated Logistics, BDA. "We look forward to partnering with the Aerospace Materiel Systems Program Office to provide a comprehensive paint solution that ensures ongoing operational effectiveness."
A C-130H Hercules will be the first aircraft painted in Townsville under the contract in mid-April, followed by a fleet of Hawk-127s at RAAF Base Amberley.
RCC Pantau Keamanan Selat Malaka di Aceh
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Sabtu, Maret 17, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
Petugas operator Bakorkamla menunjukkan titik kordinat lintasan kapal di perairan Selat Melaka pada layar monitor radar saat peresmian kantor Regional Coordinating Center (RCC) Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) RI di perbukitan desa Durung - Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, propinsi Aceh, Jumat (16/3). Peresmian RCC di Aceh itu, untuk memantau dan merekam aktivitas kapal di Alur Laut Kepulauan Indonesia , salah satunya di perairan Aceh, mengingat wilayah teritorial Aceh yang setiap hari rata-rata 40 kapal asing melintas di selat melaka guna menjaga kedaultan NKRI. (Foto: ANTARA/Ampelsa/Koz/pd/12)
16 Maret 2012, Banda Aceh: Keamanan dan aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka di kawasan perairan laut Provinsi Aceh akan dipantau secara intensif menyusul beroperasinya gedung "Regional Coordinating Center" (RCC) di Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
"RCC dilengkapi alat pemantau untuk merekam dan memonitor kegaiatan kapal yang melintas di perairan Selat Malaka, kemudian dinformasikan ke intansi terkait," kata Kepala Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Djoko Suyanto di Aceh Besar, Jumat.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pusat Penyiapan Kebijakan Bakorkamla, Brigjen Pol AJ Benny Mokalu, ia mengatakan, tujuan dibangunnya RCC itu untuk mengoptimalkan penegakan hukum (yuridis) di laut karena perairan Aceh strategis sebagai lalu lintas kapal dari berbagai negara.
Informasi kapal-kapal asing yang termonitor dan direkam melalui radar pemantau itu akan diteruskan ke intansi keamanan lainnya.
RCC akan menjadi salah satu sumber informasi tercepat, akurat yang terintegrasi melalui "early warning system" Bakorkamla yang berbasis teknologi.
Selain dilengkapi layar monitor radar dan komunikasi, RCC juga dilengkapi dengan peralatan monitor kamera yang dapat menayangkan gambar kegiatan di pelabuhan dan di perairan.
Jangkauan peralatan radar untuk memantau aktivitas lalu lintas kapal itu mampu mendeteksi perairan Selat Melaka. Identitas kapal, negara tujuan akan dapat dimonitor.
Hasil monitoring RCC disebutkan setiap hari rata-rata sebanyak 40 kapal kargo dan tanker melintas di perairan Selat Malaka dengan negara tujuan India, China, Singapura dan Malaysia.
Perairan Selat Malaka sangat strategis dan salah satu perairan rawan terjadi kriminal di laut, antara lain perompak, penyelundupan dan pelanggaran teritorial oleh kapal ikan asing.
Jumat, 16 Maret 2012
China Dukung Modernisasi Militer Indonesia
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Jumat, Maret 16, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
JAKARTA - Pemerintah Republik Rakyat China mendukung modernisasi militer Indonesia salah satunya melalui kerja sama industri pertahanan yang dirintis kedua negara.
"Kami sangat memahami, kekuatan militer yang memadai diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara Indonesia," kata Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jian Chao di Jakarta, Kamis (15/3).
Ia mengemukakan kunjungan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro ke China akhir Februari 2012 sangat penting bagi terwujudkan kerja sama pertahanan kedua negara yang semakin kuat, terutama dalam pengembangan industri pertahanan kedua negara.
Bagaimana pun, lanjut Dubes Chao, kekuatan militer Indonesia yang memadai dapat mendukung stabilitas keamanan tidak saja di Indonesia sebagai negara berdaulat, tetapi juga untuk mendukung stabilitas kawasan.
Kerja sama pertahanan kedua negara sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hingga pada 2006 telah dirintis forum konsultasi bersama yang pertama di Jakarta dan dilanjutkan dengan forum konsultasi bilateral kedua pada 2007 di Beijing.
Forum tersebut sangat baik dan dapat membantu dalam meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia-China pada 2007.
Namun sambil menunggu DCA diratifikasi, kedua negara membentuk forum konsultasi bilateral yang dapat terus dilaksanakan sebagai wahana untuk meningkatkan hubungan bilateral bidang pertahanan.
Tentang apakah kerja sama pertahanan kedua negara akan disinggung dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Beijing pada 22-24 Maret 2012, Chao mengatakan,"mungkin saja,".
Indonesia dan China kini tengah menjajaki produksi bersama peluru kendali C-705 untuk melengkapi persenjataan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.
Sebelumnya Indonesia juga telah mempersenjatai beberapa kapal perang dengan peluru kendali C-802.
Selain peluru kendali, kedua negara juga tengah menjajaki industri bersama peroketan.
Destroyer AL India Kunjungi Kota Pahlawan
15 Maret 2012, Surabaya: Kapal Perang Angkatan laut India jenis destroyer INS Ranjit (D53) merapat di Pelabuhan Gapura Surya, Jamrud Utara, Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (15/3).
Kapal INS Ranjit (D53) setibanya di Dermaga disambut dengan Tarian Jejer Jaran Dhawuk dari sanggar tari Rinonce pimpinan I Gusti Ayu Putu V sebagai ajang penyambutan Tamu kehormatan, dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh perwakilan penari kepada Komandan Kapal Perang INS RANJIT (D53) Captain Punit Chadda.
Kapal perang Angkatan Laut India ini merupakan Kapal Perang Kelas Perusak atau Destroyer buatan Inggris tahun 1942 dengan panjang 147 meter, lebar 15,8 meter dan bobot 4.974 ton. Kapal INS Ranjit (D53) dikomandani oleh Captain Punit Chadda dengan ABK berjumlah 320 orang Kapal Perang India yang berjenis Raiput Class Destroyer ini akan berada di Surabaya selama tiga hari dari tanggal 15 s.d. 17 Maret 2012.
Kesinggahan Kapal perang ini dalam rangka muhibah dan melaksanakan bekal ulang logistik. Maksud dan tujuan kunjungan muhibah ini adalah untuk mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India yang sudah berlangsung baik sejak lama. Seperti menyelenggarakan kerja sama Patroli bersama yang diberi nama Patroli Sektor Terkoordinasi (Patkor) INDINDO yang digelar setiap tahunnya di laut Andaman kawasan Barat Indonesia.
INS Ranjit (D53) berangkat dari pelabuhan Angkatan Laut India sejak bulan Februari 2012. Rencananya akan meninggalkan Kota Pahlawan hari Sabtu tanggal 17 Maret 2012 dan akan melanjutkan pelayaran menuju Malaysia dan Filipina.
Beberapa saat setelah merapat di Dermaga Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya, Komandan Kapal INS RANJIT (D53) Captain Punit Chada dengan didampingi Athan India dan Staf Kedutaan India melaksanakan kunjungan kehormatan atau Courtesy call (CC) ke Markas Komando Lantamal V dan di sambut oleh Wakil Komandan Lantamal V Kolonel Marinir I Ketut Suardana didampingi Para Asisten Danlantamal V. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan tukar menukar cinderamata.
Usai kunjungan tersebut, Wadan Lantamal V mengadakan kunjungan balasan ke Kapal Perang buatan tahun 1982 ini.
Selama singgah di Kota Pahlawan Kapal Perang India INS RANJIT (53) akan melaksanakan open ship dengan personel Lantamal V, Selain itu juga melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Timur. Diharapkan dari kunjungan ini, selain mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India juga sebagai ajang promosi wisata yang ada di Jawa Timur.
Dalam penyambutan Kapal Perang India tersebut hadir, Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, Para Kasatker Lantamal V, serta beberapa Pamen dari Satkor Armatim, Atase pertahanan India untuk Indonesia Colonel Sanjeev Langeh. Juga melibatkan Pasukan Deputasi satu unit Satsik Lantamal V, satu Ton Pamen/Pama, satu ton Bintara/Tamtama dan Ton Satsiaga Denma Lantamal.
Wamenhan Menerima Kunjungan Dubes Brasil Bahas Peningkatan Kerjasama Alutsista Kedirgantaraan
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Jumat, Maret 16, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
Super Tucano. (Foto: Embraer)
15 Maret 2012, Jakarta: Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI , Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (15/3) menerima kunjungan Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares, di Kantor Kemhan, Jakarta.
Saat menerima kunjungan Dubes Brasil tersebut, Wamenhan didampingi Dirjen Strahan, Mayjen TNI Puguh Santoso, Kapusada Baranahan Kemhan, Marsma TNI Asep Sumaruddin dan Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin.
Pada kesempatan pertemuan itu Dubes Brasil dan Wamenhan membahas peluang peningkatan kerjasama pertahanan khususnya di bidang industri Alutsista. Dubes Brasil mengatakan, maksud kunjungannya kali ini bukan hanya mengarah kepada penawaran produk alutsista terbaru kedirgantaraan ataupun juga kapal perang.
Akan tetapi Pemerintah Brasil juga mengharapkan adanya peningkatan kerjasama industri melalui produksi bersama pembangunan pesawat terbang dan kapal perang antara industri pertahanan laut dan udara kedua negara.
Wamenhan sangat menyambut baik penawaran pemerintah Brasil dalam hal kerjasama industri pertahanan ini. Khusus terkait industri kedirgantaraan, Wamenhan menjelaskan saat ini Pemerintah Indonesia telah memesan pesawat Sebanyak 16 unit pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Industri Embraer Defense System, Brasil.
Wamenhan menambahkan meski telah memesan pesawat-pesawat tersebut, pemerintah Indonesia masih tetap ingin mengembangkan, bukan hanya sebagai user. Namun bisa membuka peluang untuk menjadi distributor produk pesawat ini di wilayah Asia.
Sehubungan dengan itu, Wamenhan mengharapkan jika peluang kerjasama terlebih lagi dalam hal produksi bersama pembangunan alutsista kedirgantaraan antara industri pertahanan dalam negeri PT. Dirgantara Indonesia dengan Industri Embraer Defense System, Brasil dapat diwujudkan. Diharapkan akhir tahun 2012 kedua negara dapat mewujudkan peluang peningkatan kerjasama industri pertahanan udara.
Kamis, 15 Maret 2012
TNI AU dan RAAF Latihan Bersama
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Kamis, Maret 15, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
T
NI AU akan mengirimkan empat Sukhoi latihan bersama RAAF di Australia. (Foto: denjaka9)
15 Maret 2012, Jakarta: TNI AU akan bekerja sama dengan Angkatan Udara Australia dalam latihan bersama Sukhoi. Latihan bersama ini diharapkan akan mempererat hubungan kedua angkatan udara.
"Latihan akan dilakukan pada 27 Juli hingga 17 Agustus mendatang," kata Kepala Staf TNI AU (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, di Jakarta, Rabu (14/3). Kepastian latihan bersama itu dilakukan saat Imam menerima kunjungan kehormatan dari Chief of Air Force Royal Australian Air Force (CAF RAAF), Air Marshal GC Brown, di Mabesau Cilangkap, Jakarta, kemarin.
Kunjungan Air Marshal GC Brown ke Indonesia untuk memperkenalkan diri sebagai CAF RAAF yang baru menggantikan Air Marshal Mark Binskin. Dalam pertemuan tersebut Imam mengharapkan agar hubungan kedua angkatan udara yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat dilanjutkan oleh Air Marshal GC Brown. Rencananya, TNI AU akan mengirimkan empat pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar untuk mengikuti latihan militer itu.
NI AU akan mengirimkan empat Sukhoi latihan bersama RAAF di Australia. (Foto: denjaka9)
15 Maret 2012, Jakarta: TNI AU akan bekerja sama dengan Angkatan Udara Australia dalam latihan bersama Sukhoi. Latihan bersama ini diharapkan akan mempererat hubungan kedua angkatan udara.
"Latihan akan dilakukan pada 27 Juli hingga 17 Agustus mendatang," kata Kepala Staf TNI AU (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, di Jakarta, Rabu (14/3). Kepastian latihan bersama itu dilakukan saat Imam menerima kunjungan kehormatan dari Chief of Air Force Royal Australian Air Force (CAF RAAF), Air Marshal GC Brown, di Mabesau Cilangkap, Jakarta, kemarin.
Kunjungan Air Marshal GC Brown ke Indonesia untuk memperkenalkan diri sebagai CAF RAAF yang baru menggantikan Air Marshal Mark Binskin. Dalam pertemuan tersebut Imam mengharapkan agar hubungan kedua angkatan udara yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat dilanjutkan oleh Air Marshal GC Brown. Rencananya, TNI AU akan mengirimkan empat pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar untuk mengikuti latihan militer itu.
AS Jamin Tak Akan Ada Lagi Penundaan F-35
SYDNEY, — Amerika Serikat berjuang keras untuk meyakinkan para mitra program Joint Strike Fighter bahwa produksi pesawat F-35 Lightning II tak akan ditunda-tunda lagi. Beberapa negara mitra JSF mulai meninjau kembali komitmen pemesanan pesawat generasi kelima tersebut setelah produksi selalu tertunda akibat masalah teknis dan pembengkakan biaya.
Kamis (15/3/2012), AS dan delapan negara mitra Joint Strike Fighter (JSF), yakni Inggris, Australia, Turki, Kanada, Denmark, Norwegia, Italia, dan Belanda menggelar pertemuan di Sydney, Australia. Ini adalah pertemuan kedua negara-negara mitra JSF dalam tempo dua pekan terakhir yang digelar untuk meyakinkan para mitra bahwa program pembuatan F-35 masih berjalan.
”Ada banyak pembicaraan tentang keterjangkauan harga dan produksi pesawat tersebut. Apa yang kami sepakati hari ini adalah menjaga jalur komunikasi tetap terbuka,” tutur Deputi Pejabat Pelaksana Program JSF Mayor Jenderal John F Thompson dari Angkatan Udara AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa negara mulai menyatakan keraguan mereka terhadap masa depan program pesawat tempur berkemampuan stealth itu. Kanada, salah satu sekutu utama AS dan pendukung utama program JSF, Selasa lalu, menyatakan tak menutup kemungkinan akan mundur dari program itu.
Para mitra mulai meragukan kelanjutan program pesawat tempur tersebut setelah berbagai masalah teknis dan pembengkakan biaya produksi terus terjadi. Saat ini Departemen Pertahanan AS sedang merestrukturisasi program itu dengan pihak Lockheed Martin untuk ketiga kalinya guna memberi waktu lebih banyak bagi pengembangan dan pengujian pesawat.
Pekan lalu, penerbangan operasional perdana F-35 di Pangkalan Udara AU AS Eglin di Florida dipersingkat setelah ada dugaan kebocoran bahan bakar dan pilot menyatakan keadaan darurat.
Meski demikian, Thompson berusaha menenangkan para mitranya dengan menyatakan optimismenya bahwa program JSF akan tetap sukses. ”Saya benar-benar yakin bahwa kami akan mencapai tujuan. Namun, dari sudut pandang pengadaan pesawat, terserah kepada setiap mitra untuk memutuskan apa yang ingin mereka beli dan berapa jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan masing-masing,” ujar dia.
Rabu, 14 Maret 2012
AU Rusia Operasikan Su-35 pada Akhir 2012
Su-35S saat melakukan uji terbang. (Foto: Sukhoi)
13 Maret 2012, Moskow: Angkatan Udara Rusia akan menerima lima jet tempur pertama Sukhoi Su-35 Flanker-E diumumkan juru bicara AU Rusia Vladimir Drik, Senin (12/3).
“Su-35 telah menyelesaikan tahap akhir uji terbang di Pusat Pelatihan Pilot dan Pengujian di Akhtubinsk (wilayah Volga),” ungkap Drik. “Produksi enam seri pertama Su-35 akan dikirimkan ke AU pada akhir tahun 2012.”
Kementrian Pertahanan Rusia meneken kontrak pembelian 48 Su-25 dengan Sukhoi pada 2009.
Sukhoi Su-35 pengembangan dari Su-27 oleh Biro Sukhoi, melakukan terbang perdana pada 1988. Pesawat diproduksi dalam jumlah kecil pada 1995 dan dihentikan produksinya pada akhir era-1990an. Su-35 dimodernisasi dengan teknologi generasi 4++ menjadi Su-35S pada 2006 dan melakukan terbang perdana 2008.
Pesawat ditenagai dua mesin 117S dengan thrust vectoring, dapat terbang sejauh 3600 km dengan jumlah awak satu orang. Su-35S dapat membawa berbagai macam persenjataan seberat 8 ton dicantelkan pada 12 hardpoint.
Sukhoi menjajaki penjualan Su-35S pada sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, Timur-Tengah dan Amerika Latin.
kedubes russia membantah soal calo sukhoi
12 Maret 2012, Jakarta: Pemerintah Rusia, melalui Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, membantah adanya peran calo dalam pembelian enam unit jet tempur sukhoi SU-3-MK2 dari Rusia oleh pemerintah Indonesia.
Sejumlah pihak di Indonesia menduga, harga enam pesawat itu telah digelembungkan (mark up) sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Ada dugaan, Indonesia telah berhubungan dengan pihak ketiga, yang berperan sebagai calo, sehingga harga jet-jet tempur serta berbagai perangkat lain terkait dengan jet-jet itu menjadi sangat mahal atau jauh di atas harga normal.
Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/3/2012), Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menjelaskan, kontrak pembelian enam jet tempur jenis SU-3-MK2 oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) itu ditandatangani Kementerian Pertahanan dan JSC Rosoboroneksport pada akhir Desember 2011. JSC Rosoboroneksport, menurut keterangan itu, dibentuk sesuai dengan Ketetapan Presiden Federasi Rusia dan merupakan perantara negara Rusia untuk mengekspor dan mengimpor produksi, teknologi serta jasa militer dan dwiguna.
"Hanya JSC Rosoboroneksport yang memiliki hak untuk memasok seluruh spektrum persenjataan dan teknik militer yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Rusia yang diizinkan diekspor ke pasar dunia," demikian kata pernyataan tersebut.
Keterangan itu juga menjelaskan, proses persiapan dan penandatanganan kontrak pembelian enam jet tempur itu dilakukan secara langsung oleh wakil-wakil berwenang dari Kementerian Pertahanan Indonesia dan JSC Rosoboroneksport dan diadakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam hukum kedua negara.
"Informasi tentang keterlibatan pihak ketiga dan penggelembungan harga terkait dengan itu, tidak benar," kata siaran pers itu.
Selain enam pesawat SU-30MK2, kontrak antara Rusia dan Indonesia itu juga mencakup pasal-pasal tentang pemasokan mesin pesawat terbang, set suku cadang dan pelatihan spesialis Indonesia sesuai dengan program yang disepakati oleh kedua pihak. Pengiriman partai pertama pesawat SU-30MK2 it direncanakan akan dilakuan pada akhir 2012.
Belarus Tawarkan Kerjasama Industri Pertahanan dengan Indonesia
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Rabu, Maret 14, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
MAZ-543А. (Foto: russianmilitary.co.uk)
12 Maret 2012, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (12/3), menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri Belarus HE Sergei Aleinik, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya kali ini membawa misi dari negaranya untuk meningkatkan kerjasama di bidang militer dan pertahanan dengan membawa draft kerjasama industri pertahanan. Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan bahwa pada saat ini militer Indonesia membeli alutsista dari berbagai negara.
Delegasi Wakil Menlu Belarus juga menjelaskan keinginan membangun kerjasama antara Industri pertahanan kedua negara terutama PT Pindad. Sementara pengadaan alutsista lainnya Menhan akan menyerahkan kepada staf dibawahnya yang dipimpin Wakil Menhan untuk melihat kemungkinan kerjasama yang bisa dilaksanakan oleh kedua negara. Saat menerima Wakil Menlu Belarus, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Wakil Menhan Sjafrie Sajmsoeddin dan Direktur Kerjasama Internasional Brigjen TNI Jan Pieter Ate.
Wamenhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Wamenlu Belarus
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Belarus Sergei Aleinik, Selasa (13/3) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara khususnya kerjasama di bidang pertahanan.
Saat menerima Wamenlu Belarus, Wamenhan RI didampingi Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, ST, M.Sc, Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin. Sementara itu, Wamenlu Belarus didampingi 12 anggota delegasi dari berbagai institusi di Belarus.
Dalam kunjungannya, Wamenlu Belarus menyampailkan keinginan dari pemerintah Belarus untuk peningkatan kerjasama pertahanan dengan Indonesia yaitu dengan menyerahkan proposal draf kerjasama teknik militer kepada Wamenhan RI.
Menanggapi keinginan pemerintah Belarus, Wamenhan RI menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan menyambut baik serta akan segera mempelajari dan menindaklajuti proposal draf tersebut. Pemerintah Indonesia berharap kerjasama pertahanan kedua negara khususnya kerjasama teknik militer didasari atas kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua pihak.
Kunjungan Wamenlu ke Wamenhan ini merupakan bagian dari serangkaian kunjungannya di Indonesia selama empat hari dari tanggal 11 hingga 14 Maret 2012. Selain berkunjung kepada Wamenhan RI, sehari sebelumnyaWamenlu Belarus didampingi delegasinya juga mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (12/3).
Selama di Indonesia, Wamenlu Belarus dan delegasi juga direncanakan bertemu dengan Menteri ESDM RI, Menteri Ristek RI, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Wakil Menteri Perdagangan RI, Komisi I DPR RI dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Tujuan kunjungannya ke Indonesia adalah dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di bidang ekonomi, pertahanan, perdagangan dan Iptek.
Korsel-Taiwan Berencana Hibahkan Satu Skuadron F-5
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Rabu, Maret 14, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
F-5F Tiger. (Foto: ROKAF)
13 Maret 2012, Jakarta: TNI Angkatan Udara (AU) memprogramkan penerimaan hibah satu skuadron (asumsi 16 unit) pesawat tempur F-5 dari Korea Selatan.
Proses hibah ini berkaitan dengan pembelian satu skuadron pesawat tempur ringan T-50 dari negara itu. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengungkapkan, saat ini program itu sedang berjalan. “Kita programkan satu skuadron (16 unit). Ada kaitannya dengan pembelian pesawat T-50,”katanya di Jakarta kemarin. Untuk mekanismenya, Azman mengaku tidak mengetahui secara mendetail karena proses dilakukan oleh Kementerian Pertahanan.
“Prosesnya masih berjalan yang melakukan Kemhan. Tapi memang betul ada program itu,” ungkapnya. Azman mengaku senang jika hibah ini berhasil terealisasi karena akan mendongkrak kekuatan TNI Angkatan Udara. “Hubungan dengan Korea Selatan sekarang ini sedang bagus banget. Kenapa tidak kita terima? Kita sebagai user senang-senang saja diberi,” ucap Azman. Hubungan kedua negara dalam bidang persenjataan militer memang dalam tren positif.
Indonesia tercatat memesan 16 pesawat tempur ringan T-50 dan tiga unit kapal selam dari Negeri Gingseng itu. Korea Selatan juga membeli empat unit pesawat angkut CN- 235 dari PT Dirgantara Indonesia. Kedua negara bahkan sedang dalam kerja sama produksi pesawat tempur antiradar generasi 4,5 yakni IFX/KFX. Sebelumnya, Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan hibah pesawat tempur F-5E/F Tiger dari Taiwan.
Taiwan merupakan satu sekutu Amerika Serikat. Negara kepulauan itu berhadapan langsung dengan China dan senantiasa mendapat kemudahan dalam pengadaan atau peremajaan arsenal dari Amerika Serikat. “Ya...itu baik...akan kami pertimbangkan,”katanya,usai memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, di Jakarta, Jumat (9/3). Dia mengatakan Taiwan akan menghibahkan sekitar satu skuadron F-5E/F.“Kira-kira jumlahnya satu skuadron,”ungkapnya. Satu skuadron udara berkekuatan antara 12 hingga 20 pesawat terbang.
Tidak Ada Koordinasi Mengenai Hibah F-5 Korsel
Kabar mengenai TNI AU akan menerima hibah pesawat tempur F-5 E/F Tiger II dari Korea Selatan ditanggapi dingin oleh TB. Hasanuddin. Anggota Komisi I DPR RI itu menyayangkan tidak adanya koordinasi antara KSAU, Kementerian Pertahanan dan DPR.
“Saya tadi minta penjelasan kepada Sekjen Kementerian Pertahanan RI (Kemhan), Namun Sekjen Kemhan pun kelihatannya menyesalkan adanya pernyataan tersebut,” jelas TB. Hasanuddin ketika dihubungi itoday, Selasa (13/3). “Kami secara resmi belum mendiskusikannya,” sambungnya.
TB. Hasanuddin berhak kecewa, sebab jika menyangkut pembelian peralatan tempur, seharusnya dibicarakan dulu dengan DPR.
“Kalau kita mau ngomong soal negara dengan negara, menyangkut penyerahan atau pembelian peralatan tempur, KSAU atau siapapun harus bicara dulu dengan DPR, jangan langsung diekspos ke publik,” jelasnya.
Tidak hanya tidak ada koordinasi, anggota DPR yang mantan anggota TNI ini juga membeberkan bahwa Sekjen Kemhan tidak tahu mengenai masalah ini, dan Kemhan pun tidak tahu mengenai adanya pernyataan dari pihak TNI AU tentang hibah pesawat tempur dari Korea Selatan.
“ Sekjen Kemhan pun tidak tahu masalah ini. Kata Sekjen Kemhan, pihak Kemhan tidak tahu mengenai pernyataan dari pihak TNI AU tentang hibah F-5 dari Korea Selatan, “ jelasnya.
Anggota Fraksi PDIP ini juga menyayangkan kebijakan pemerintah dan TNI yang menerima hibah alat utama sistem senjata (Alutsista) usang dari negara lain. Menurutnya, jangan sampai untuk mencapai Minimum Essential Forces (MEF), kemudian kekuatan TNI hanya dipenuhi dengan barang rongsokan.
Namun demikian, TB. Hasanuddin menjelaskan, Komisi I DPR RI belum akan memanggil Panglima TNI dan pemerintah mengenai masalah ini.
“Tidak usah dipanggil, telepon saja. Cuma kalau mau bicara, tolong koordinasikan dulu,” pungkasnya.
Minggu, 11 Maret 2012
Kapal Perang India INS Ranjit Kunjungi Makassar
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Minggu, Maret 11, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
2
komentar
Seorang anggota pasukan Marinir TNI AL berjaga-jaga di dekat kapal perang INS Ranjit milik India saat berlabuh di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulsel, Sabtu (10/3). Kapal perang INS Ranjit yang membawa 230 ABK tersebut melakukan kunjungan di Makassar hingga Senin (12/3) 2012 untuk mempererat hubungan dengan TNI AL dan selanjutnya kapal tersebut akan melanjutkan perjalan ke Surabaya dan Malaysia. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/Koz/mes/12)
10 Maret 2012, Makassar: Kapal perang Angkatan Laut India INS Ranjit (D53) tipe perusak (destroyer) tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan untuk menggelar latihan bersama serta mengunjungi beberapa tempat wisata. "Kedatangan kapal perang AL India di Pelabuhan Hatta Makassar ini untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Makassar," ujar Kepala Dinas Penerangan Lantamal VI Makassar, Mayor Laut (KH) Darmawangsa di Makassar, Sabtu (10/3).
Ia mengatakan, Kapal perang AL India mempunyai spesifikasi perusak dengan panjang 147 meter, lebar 15,8 meter dan bobot 4.974 ton.
Kapal perang India yang berjenis Raiput Class Destroyer ini akan berada di Makassar selama dua hari terhitung sejak 10-12 Maret 2012.
Maksud dan tujuan dari kunjungan muhibah ini untuk mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India yang sudah berlangsung sejak lama.
Hubungan yang sudah terjalin antara TNI AL dengan AL India selama ini seperti kerja sama patroli bersama yang diberi nama Patroli Sektor Terkoordinasi (Patkor) Indindo yang digelar setiap tahunnya di laut Andaman Kawasan Barat indonesia.
Kapal INS Ranjit (D53) yang dikomandani oleh Kapten Punit Chadda dengan jumlah anak buah kapal (ABK) 320 orang yang berangkat dari Pelabuhan AL India sejak Februari 2012.
Rencananya akan meninggalkan Makassar pada Senin (12/3) dan akan melanjutkan pelayaran menuju Surabaya. Selain berkunjung ke Indonesia, juga akan berkunjung ke beberapa negara di Asia seperti Filipina dan Malaysia.
"Selain kerja sama dibidang militer yang sudah terjalin lama, Angkatan Laut India ini akan mengunjungi Pemerintah Kota Makassar dan beberapa tempat wisata untuk mendukung langkah pemerintah dalam menyosialisasikan obyek wisata Sulsel, khususnya Makassar," katanya.
Kamis, 08 Maret 2012
PT DI Serahkan Pesawat CN-235 Keempat Pesanan Korsel
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Kamis, Maret 08, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
8 Maret 2012, Bandung: PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menyerahkan pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) keempat pesanan Korea Selatan. Serah terima dilakukan di hanggar PTDI Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (9/3).
"Pesawat yang akan diserahkan besok adalah pesawat keempat pesanan Korea Selatan atau Korean Coast Guard, serah terimanya besok di hanggar CN-235," kata Kepala Bidang Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi di Bandung, Kamis (8/3).
Penyerahan pesawat versi militer tercanggih buatan PT Dirgantara Indonesia itu akan dilakukan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsudin kepada pihak Korea Selatan. Pesawat itu akan langsung diterbangkan ke pangkalan Korean Coast Guard di Gimpo Korea Selatan oleh pilot PTDI Kapten Pilot Adi Budi Atmoko dan Co-Pilot wanita Esther G serta awak pesawat.
Pada 2011, PTDI juga telah menyerahkan pesawat kedua dan ketiga pesanan Korea Selatan itu yang dilakukan pada Mei dan Deember 2011. Sebelumnya Korea Selatan memesan empat pesawat intai maritim menengah itu pada 2008, dan yang akan diserahkan Jumat besok merupakan pesawat pesanan terakhir.
Korea Selatan sejak 1994 tercatat telah menggunakan dua skuadron pesawat CN-235 untuk memperkuat angkatan udaranya. Korea Selatan merupakan negara yang paling banyak membeli pesawat CN-235 buatan PTDI. Selain pesawat CN-235/MPA juga sebelumnya membeli pesawat angkut militer, sipil bahkan versi VIP dan VVIP.
Sementara itu spesifikasi khusus CN-235 MPA antara lain dilengkapi instrumen radar khusus, forward looking infra red (FLIR-penjejak berbasis infra merah tinjauan bawah), ESM, instrumen identification friend or foe (IFF-pengenal wahana kawan atau musuh), navigasi taktik, sistem komputer taktis, kamera pengintai udara, dan beberapa yang lain. Dua mesin CT7-9C yang masing-masing berkekuatan 1.750 daya kuda dipasang di kedua pilon mesin di bentang sayapnya.
Secara fisik, CN-235 MPA ini berukuran lebih panjang dan memiliki struktur lebih kuat ketimbang seri sipil CN-235. Di bagian hidung di bawah jendela kokpit, terdapat tonjolan berisikan berbagai instrumen khusus itu. Struktur pesawat terbang juga diperkuat karena operasionalisasi CN-235 MPA lebih dominan di wilayah maritim yang berpotensi korosif terhadap metal penyusun pesawat terbang itu.
Selasa, 06 Maret 2012
Indonesia Pasar Potensial F-35
Diposting oleh
GORONTALO HARI INI
di
Selasa, Maret 06, 2012
Label:
HANKAM,
indonesia,
lain-lain
0
komentar
SINGAPURA, Kontraktor utama pembuat pesawat F-35 Lightning II, Lockheed Martin, melirik Indonesia sebagai salah satu negara pasar potensial untuk penjualan pesawat generasi kelima berteknologi stealth tersebut.
Demikian diungkapkan majalah pertahanan Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 22 Februari 2012. Direktur pencarian pelanggan internasional Lockheed Martin, Dave Scott, mengatakan, kepercayaan komunitas internasional terhadap pesawat yang dibuat dalam program Joint Strike Fighter (JSF) itu makin tumbuh setelah Jepang memutuskan membeli F-35 akhir tahun lalu.
Selain Jepang, negara yang dipandang sebagai calon pelanggan potensial pesawat berkemampuan mengelak dari deteksi radar itu adalah Korea Selatan, yang sudah mengajukan permohonan proposal penawaran, dan Singapura, yang menjadi salah satu partisipan kerja sama keamanan JSF.
Di luar kedua negara itu, Lockheed Martin melihat Indonesia dan Thailand juga menjadi pasar potensial. Kedua negara tersebut saat ini tengah mencari calon pengganti armada pesawat F-16 Fighting Falcon mereka yang sudah mulai tua.
"F-35 adalah pesawat pengganti untuk pesawat F-16, F-18, A-10, Mirage, dan pesawat jet tempur generasi keempat lainnya. Jadi, logis jika melihat ke semua basis pelanggan kami yang saat ini mengoperasikan pesawat (generasi) itu dan mengatakan mereka akan menjadi pelanggan potensial F-35," tutur Scott.
Program JSF saat ini masih menghadapi berbagai masalah teknis, penundaan produksi, dan pembengkakan biaya pengembangan, serta sudah mencatat rekor sebagai program pengembangan senjata termahal dalam sejarah Pentagon. Dalam kesepakatan dengan Jepang, satu unit pesawat ini dihargai tak kurang dari 120 juta dollar AS (Rp 1,1 triliun).
China Siap Ekspor Besar-besaran JF-17
SINGAPURA, KOMPAS.com — Dalam lima tahun mendatang, China berniat menjual hingga 300 unit pesawat tempur JF-17 Thunder ke beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah. Pesawat itu diminati karena harganya murah, dengan teknologi yang tak jauh beda dengan pesawat buatan Barat atau Rusia.
Demikian ditegaskan Presiden China National Aero-Technology Import and Export Corporation (CATIC) Ma Zhiping, seperti dikutip majalah pertahanan Jane's Defence Weekly edisi 22 Februari 2012. JF-17 Thunder (atau disebut juga FC-1 Xiaolong) dibuat bersama oleh Chengdu Aerospace Corporation (CAC) dari China dan Pakisan Aeronautical Complex (PAC) dari Pakistan.
Ma mengatakan, kemampuan JF-17 setara dengan F-16 Fighting Falcon buatan Lockheed Martin dari AS, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Beberapa pengamat memperkirakan harga JF-17 hanya sepertiga dari harga F-16.
Hingga saat ini China belum memasukkan pesawat bermesin tunggal itu dalam kompetisi kontrak pembelian pesawat tempur di negara lain. Besar kemungkinan penjualan pesawat akan dilakukan dalam bentuk penjualan militer langsung (direct military sale) antarnegara.
Beberapa negara yang sudah menyatakan minat untuk membeli pesawat tempur ini, antara lain, adalah Sudan, Azerbaijan, Zimbabwe, dan Serbia. Sementara Banglades, Iran, dan Nigeria disebut-sebut sebagai calon pembeli potensial.
Pihak PAC dan AU Pakistan saat ini sedang mengembangkan desain JF-17 Block 2, yang akan dilengkapi kemampuan mengisi bahan bakar di udara dan mengembangkan versi dua tempat duduk.
Minggu, 04 Maret 2012
Anggaran Pertahanan China Naik Lagi
BEIJING, KOMPAS.com- China memutuskan menaikkan lagi anggaran pertahanannya tahun ini, yakni 11,2 persen lebih tinggi dari anggaran tahun 2011. Dengan kenaikan terbaru ini, anggaran pertahanan China tahun ini akan menjadi 670,2 miliar yuan (sekitar Rp 965 triliun).
Demikian diungkapkan juru bicara Kongres Rakyat Nasional China, Li Zhaoxing, di Beijing, Minggu (4/3/2012), sehari sebelum sidang tahunan kongres. Kenaikan tahun ini lebih rendah dari tahun lalu, yang mencapai 12,7 persen dari tahun sebelumnya.
Namun, China konsisten mempertahankan kenaikan dua digit anggaran pertahanannya selama hampir dua dekade terakhir. Sejak awal 1990-an, hanya dua kali kenaikan anggaran pertahanan China kurang dari dua digit.
Anggaran belanja pertahanan resmi China ini adalah yang terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Para pengamat memperkirakan, anggaran belanja sesungguhnya bisa 50 persen lebih tinggi dari angka yang diumumkan secara resmi.
Dengan anggaran pertahanan sebesar itu, China terus membangun kekuatan militernya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. China juga terus mengembangkan industri pertahanan dalam negerinya.
Kamis, 01 Maret 2012
AS Masih Tertarik Beli Pesawat Brasil
RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Amerika Serikat tetap tertarik pada kemungkinan pembelian pesawat serang ringan buatan Embraer, Brasil, meskipun telah membatalkan kontrak minggu ini, kata Wakil Menteri Luar Negeri AS, William Burns, Kamis (1/3/2012).
Burns, dalam kunjungan ke Rio de Janeiro, mengatakan, pembatalan kontrak itu bukan sebuah refleksi penolakan terhadap Super Tucano—untuk digunakan di Afganistan. Ia menggambarkan pesawat itu sebagai "sebuah pesawat yang sangat baik".
Kementerian Luar Negeri Brasil telah mengeluarkan pernyataan keras yang menyuarakan "keterkejutan" terkait pembatalan itu, khususnya cara dan waktu pembatalan. "Perkembangan ini dianggap tidak kondusif untuk memperkuat hubungan antara kedua negara dalam urusan pertahanan," kata pernyataan kementerian Brasil itu.
Pentagon, Selasa, membatalkan kontrak senilai 355 juta dollar AS dengan perusahaan AS, Sierra Nevada Corp, dan perusahaan kedirgantaraan Brasil, Embraer. Pentagon juga mengumumkan akan melakukan investigasi setelah ada gugatan hukum dari perusahaan kedirgantaraan AS yang menjadi saingan, yaitu Hawker Beechcraft Corp.
"Embraer sebuah perusahaan besar dan Super Tucano merupakan pesawat yang sangat bagus," kata Burns kepada wartawan di Rio. "AS kini berada di tengah-tengah proses internal, tetapi kami tetap tertarik."
Burns mengatakan, tidak ada kaitan antara kontrak itu dan perang penawaran sengit di Brasil untuk 36 unit jet tempur angkatan udara. Boeing yang berbasis di AS bersama Dassault dari Perancis dan Saab dari Swedia berjuang untuk mendapatkan kontrak senilai antara 4-7 juta dollar dari Brasil.
"Itu dua soal yang berbeda," kata Burns. Kami yakin bahwa F18 (buatan Boeing) adalah pesawat terbaik yang tersedia. Satu hal yang mencerminkan itu adalah bahwa pesawat itulah yang AS gunakan selama 20 atau 30 tahun mendatang," katanya.
"Kami yakin bahwa paket transfer teknologi yang kami tawarkan bersama pesawat itu belum pernah terjadi dalam hubungan kami, juga yang terbaik dari paket yang tersedia."
Tentang kontrak Embraer, Jenderal AS, Norton Schwartz, Rabu, mengatakan, Angkatan Udara akan bergerak "cepat" untuk meluncurkan kontes bagi 20 pesawat serang ringan untuk membantu militer Afganistan karena dana untuk program tersebut akan hangus pada akhir tahun fiskal 2013. Kontrak bagi 20 pesawat Embraer jenis AT-29 Super Tucano itu dimenangkan pada Desember sebagai bagian dari rencana untuk mempersenjatai militer Afganistan di tengah penarikan pasukan NATO. Namun, Angkatan Udara AS mengatakan tidak "puas" dengan dokumen-dokumen kontrak itu dan mengumumkan akan meninjau kembali kemenangan Embraer. Militer AS ingin memberikan pesawat ringan bagi armada udara Afganistan guna melakukan pelatihan penerbangan, pengintaian udara, dan operasi tempur dukungan bagi pasukan darat.
Namun, Hawker Beechcraft Corp, yang berbasis di Wichita, Kansas, memprotes kemenangan Embraer, dengan alasan bahwa pesawat AT-6 buatan perusahaan itu diblokir secara tidak adil dalam kompetisi untuk mendapat kontrak tersebut.
Para pejabat Embraer telah membantah tuduhan itu.
Langganan:
Postingan (Atom)



















